Showing posts with label art_infotek_android. Show all posts
Showing posts with label art_infotek_android. Show all posts

Thursday, May 2, 2013

KOLEKSI TUTORIAL ROOT

Posted by Agus Barkah Hamdani Posted on 10:53 PM
Sejak tanggal 3 Oktober tahun 2012, ekonsul baru menulis sekitar 120 artikel, dengan total pengunjung 114.249 hingga tulisan ini disusun. Dari 120 artikel, diantanya ada beberapa yang terkait dengan proses root. Berikut adalah rangkumannya:
• Tutorial root Galaxy 551 [GT-I5510] Gingerbread [2.3.4-2.3.6] http://www.ekonsul.com/2011/10/root-galaxy-551-gingerbread.html
• Cara menggunakan Universal Androot, universal Androot merupakan aplikasi rooter yang mensupport banyak type gadget, terutama untuk versi 2.2 [Froyo] kebawah http://www.ekonsul.com/2011/10/tutoorial-universal-androot.html
• Tutorial Root Galaxy ACE [GT-S5830] Gingerbread [2.3.4-2.3.5] http://www.ekonsul.com/2012/01/kumpulan-tutorial-rooting-galaxy-family.html
• Tutorial Root Galaxy Mini [GT-S5570] Gingerbread [2.3.4] http://goo.gl/tG1rd
• Tutorial Root Galaxy GIO [GT-S5660] Gingerbread [2.3.6] http://bit.ly/Yi4FNQ
• Tutorial Root Galaxy Young [GT-S5360] Gingerbread [2.3.6] http://ow.ly/kEV6j
• Tutorial Root Galaxy Wonder [GT-I8150] Gingerbread [2.3.6] http://www.ekonsul.com/2012/02/root-galaxy-w-i8150.html
• Tutorial Root Galaxy S Advance [GT-I9070] Jelly Bean [4.1.2] http://www.ekonsul.com/2013/03/tutorial-root-galaxy-s-advance-jelly.html
• Tutorial Root Galaxy Ch@t [GT-B5330] http://www.ekonsul.com/2013/04/root-galaxy-cht-gt-b5330.html
• Tutorial Root Galaxy ACE 2 [GT-I8160] Jelly Bean [4.1.2] http://www.ekonsul.com/2013/04/root-galaxy-ace-2-jelly-bean.html
Semua tutorial root yang ekonsul share, ternya hanya 1 vendor. Semoga kedepannya ekonsul bisa share tutorial untuk vendor lain, serta semoga ekonsul bisa lebih produktif menulis tutorial dengan susunan kata yang semakin mudah difahami.  Semoga artikel ini bermanfaat, jika memang bermanfaat, mungkin teman disekitar juga membutuhkannya. Karenanya, silahkan share pada yang lain.

BEST PERFORMANCE - LOW BATT CONSUMPTION

Posted by Agus Barkah Hamdani Posted on 5:14 PM
Performa merupakan salah satu hal yang mengakibatkan adanya stratifikasi serta disparitas harga gadget. Pada umumnya, semakin tinggi harga, maka semakin tinggi pula kualitas performa, yang didukung oleh spesifikasi hardware tinggi. Akan tetapi, walaupun dengan keterbatasan hardware, tetapi bisa tetap memiliki performa yang bagus. Untuk kelas smartphone, khususnya yang berbasis android, hal seperti itu sangat mungkin dilakukan. Banyak cara agar bisa memaksimalkan performa android. Mulai dari cara yang halus, hingga cara yang extreem. Salah satu contoh cara halus yaitu dengan menggunakan aplikasi-aplikasi yang berfungsi optimalisasi RAM misalnya. Atau dengan aplikasi lain yang berfungsi untuk membersihkan cache secara otomatis, serta banyak lainnya. Contoh cara extreem yang banyak dilakukan "opreker" android diantaranya adalah dengan overclocking processor, dengan cara mengganti kernel yang telah dimodivikasi agar men-support overclock processor. Selain itu, ada juga yang menggunakan "paket instan" yaitu dengan menggunakan custom rom. Sebuah rom yang telah di modivikasi sedemikian rupa, sehingga bisa merasakan sensasi performa yang liar biasa. Resiko yang harus ditanggung, tergantung metode yang digunakan untuk optimalisasi performa gadget. Mulai dari bootloop, brick, hingga kerusakan hardware. Penggunaan custom rom, biasanya tidak luput dari bug. Untuk penggunaan sehari-hari, tentu bukan pilihan yang tepat.
Dalam kesempatan ini, ekonsul akan berbagi tips mengenai optimalisasi performa gadget, dengan menggunakan cara-cara sederhana, yang tentunya relatif aman untuk digunakan sehari-hari. Adapun yang perlu dilakukan diantaranya adalah:
1. Root. Merupakan pintu gerbang utama untuk pengguna android, dalam meng-oprek gadget yang digunakan. Dalam hal ini, root merupakan langkah utama dalam mendapatkan performa yang baik. Mengapa root diperlukan? Karena dalam tips optimalisasi performa ini, nantinya menggunakan beberapa aplikasi tools yang memerlukan akses root. Bagi yang gadget-nya belum di root, tentu sebelum melangkah lebih jauh, hal pertama yang harus dilakukan yaitu rooting. Bagaimana caranya? Bisa dipelajari lebih lengkap pada http://www.ekonsul.com/2013/05/koleksi-tutorial-root.html.
2. SWAP Memory. Penjelasan secara simpelnya, swap memori adalah sebuah treatment untuk menukar USB Storage (internal storage), dengan sdcard. Contohnya, Galaxy S Advance. Galaxy S Advance memiliki ukuran USB storage 3,92 GB (Jelly Bean). Jika diisi dengan game HD, berapa banyak yang bisa terinstal? Sedangkan, game HD hanya bisa di instal di internal storage (USB storage), kecuali dengan treatment tertentu. Dengan SWAP Memory, kita bisa menukar peran internal storage dengan external storage. Perhatikan gambar di bawah!
Bagaimana cara SWAP Memory? Pelajari lebih lanjut pada http://www.ekonsul.com/2013/05/cara-swap-memory.html.
3. Seeder. Merupakan aplikasi optimalisasi performa android, dengan cara menata kembali beberapa cara kerja aplikasi, yang kemudian merdampak pada minimalisir lag. Cara penggunaannya relatif mudah, akan tetapi memiliki dampak yang relatif signifikan terhadap peningkatan kinerja gadget. Seperti apa penampakannya? Bagaimana cara menggunakannya, ikuti langkah-langkah menggunakan seeder pada http://www.ekonsul.com/2013/05/seeder-aplikasi-pembasmi-lag.html.
4. Freeze Aplikasi. Seperti nama istilahnya, mekanisme Freeze Aplikasi yaitu dengan cara membekukan aplikasi. Dilihat dari dampaknya, freeze aplikasi hampir sama dengan uninstal. Perbedaannya, jika freeze hanya sekedar membekukan, tanpa menghilangkan aplikasi dari aplikasi manager. Sedangkan uninstal, menghilangkan aplikasi secara keseluruhan. Freeze aplikasi memerlukan aplikasi pembantu. Aplikasi yang memiliki fitur untuk freeze ada banyak. Salah satu yang paling sering digunakan untuk freeze yaitu Titanium Backup. Ada banyak aplikasi (bawaan)yang terinstal, akan tetapi tidak pernah digunakan. Padahal, tidak jarang aplikasi tersebut standby tanpa kita ketahui. Secara tidak langsung, akan berakibat pada penurunan daya (battery) secara tidak disadari. Bagaimana caranya? Seperti apa langkah-langkah yang harus dilakukan untuk freeze aplikasi? Penjelasannya dipaparkan secara lebih rinci pada http://www.ekonsul.com/2013/05/cara-freeze-aplikasi.html.
5. Greenify. Dari sisi fungsi, Greenify hampir sama dengan seeder. Yaitu sebagai aplikasi yang berfungsi untuk optimalisasi. Perbedaannya, terletak pada cara kerja. Dimana, seeder lebih pada optimalisasi kinterja/performa, sedangkan Greenify optimalisasi pada aplikasi yang terkoneksi pada internet secara terus menerus (background data). Sebagai contoh aplikasi facebook. Bisa anda bayangkan, jika gadget anda aktif 24jam, selama itu pula aplikasi facebook aktif & terkoneksi dengan internet. Berapa persen % daya yang digunakan hanya untuk aplikasi facebook? Berapa banyak data yang habis, hanya untuk standby aplikasi facebook? Dengan aplikasi Greenify, semua aplikasi yang sejenis dengan cara kerja Facebook (background data aplikasi), bisa lebih dikendalikan. Yaitu dengan cara pengaturan hibernasi program-program tertentu. Bagaimana caranya? Seperti apa langkah-langkah yang harus dilakukan? Penjelasan ada pada http://www.ekonsul.com/2013/05/greenify-hansip-bandwith-android.html.
6. Restrict Background Data. Ini merupakan cara manual dari fungsi aplikasi Greenity. Akan tetapi, dalam hal tertentu aplikasi greenity memiliki "keterbatasan", diantaranya yaitu tidak bisa meng-hibernasi aplikasi system seperti playstore, gmail, dll. Melalui Restrict Backgound Data, aplikasi system juga bisa dikendalikan agar tidak selalu terhubung dengan internet. Restrick Background Data merupakan salah satu opsi standar dari sistem operasi Android versi 4.1.2 (JellyBean). Bagaimana cara mengendalikan aplikasi-aplikasi "bandel", yang belum tentu setiap waktu kita butuhkan. Semuanya diuraikan secara detail, pada http://www.ekonsul.com/2013/05/restrick-background-data.html.
Kelima poin di atas, hanya sebagian kecil dari tips untuk optimalisasi performa android. Telah banyak tutorial optimalisasi lain, tentu dengan sudut pandangnya sendiri-sendiri. Salah satunya adalah http://www.ekonsul.com/2012/05/best-performance-for-stock-rom-gazzy.html. Biarlah perbedaan sudut pandang terkait tips optimalisasi android, menjadi mata rantai untuk saling mengisi satu dengan lainnya. Semoga artikel ini bermanfaat, jika memang bermanfaat, mungkin teman disekitar juga membutuhkannya. Karenanya, silahkan share pada yang lain.


Thursday, March 28, 2013

FLASH ADALAH

Posted by Agus Barkah Hamdani Posted on 8:59 AM
Flashing atau flash, dalam dunia merupakan proses installing system operasi. Proses flashing terdiri dari beberapa metode, secara umum terbagi menjadi 2 metode yaitu offline, dan online. Flashing dengan metode offline, khusus untuk samsung menggunakan ODIN sebagai software pembantu utamanya. Sedangkan untuk merk lain, menggunakan software pembantu sejenis dengan nama yang berbeda-beda tergantung vendor masing-masing. Sementara metode online, bisa dilakukan dengan menggunakan PC sebagai alat bantu melalui KIES (samsung), bisa juga dilakukan secara mandiri melalui gadget, atau yang dikenal dengan istilah OTA.
Apa tujuang orang melakukan flashing? Paling tidak ada 3 opsi, yaitu untuk downgrade (menurunkan versi sistem operasi android), recovery/trouble solving, atau untuk upgrade (menaukkan versi sistem operasi android).
Downgrade, yaitu menurunkan system operasi ke versi sebelumnya yang lebih rendah. Misalnya dari Jelly Bean ke Gingerbread. Biasanya hal ini dilakukan karena versi yang lebih tinggi dianggap terlalu berat, banyak aplikasi yang tidak kompetibel terutama game, memakan ram yang besar walaupun kondisi gadget sedang standby. Ketika Jelly Bean mulai diluncurkan, banyak user android yang merasakan versi ini cenderung lebih berat dari versi sebelumnya, sehingga sulit memainkan game-game berat. Akhirnya, beberapa diantaranya ada yang memutuskan untuk menurunkan kembali ke versi sebelumnya, yaitu gingerbread.
Recovery/trouble solving, biasanya user yang sering "mengoprek" sering juga mengalami bootloop, yang tidak bisa dinormalkan dengan sekedar wipe data/factory reset dan wipe cache semata. Maka obat paling mujarab yaitu dengan cara flashing. Inilah yang dimaksud flashing sebagai fungsi recovery atau sebagai trouble solving.
Upgrade, flashing dengan maksud upgrade merupakan yang paling dikenal dari yang lainnya. Sebagaimana kita ketahui, bahwa android terus memperbaharui fitur-fitur yang ada dalam setiap versinya. Baik itu dalam 1 level yang sama, maupun versi yang lebih tinggi. Pembaharuan tersebut, tentu menjadi daya tarik tersendiri kepada user untuk ikut merasakan fitur-fitur barunya. Karenanya, banyak user yang selalu menanti versi terbaru yang kempetibel dengan gadget yang digunakan.

BOOTLOOP ADALAH

Posted by Agus Barkah Hamdani Posted on 8:53 AM
Bootloop berasal dari 2 suku kata boot dan loop. Boot disini maksudnya adalah proses loading ketika menghidupkan gadget, sebelum masuk home screen. Menurut bahasa, loop artinya mengulang. Jika dipahami secara umum, bootloop merupakan kondisi dimana gadget tidak bisa masuk homescreen, dan hanya berulang di boot animation. Bagi sebagian user, bootloop merupakan hal yang sudah biasa. Akan tetapi, bagi sebagian lainnya, bisa jadi bootloop membuat panik. Karenanya, kami akan sedikit mengulas mengenai bootloop, melalui tulisan sederhana ini dengan judul "bootloop adalah".
Lalu apa yang menjadi penyebab bootloop? Ada banyak kemungkinan, dari beberapa pengalaman yang terjadi, bisa disimpulkan penyebab utamanya yaitu karena ada file system yang mengalami crash/rusak. Secara teknis, kerusakan file system bisa diakibatkan karena dengan sengaja "merusak", kesalahan prosedur instalasi, bahan yang tidak sempurna/rusak.
Dengan sengaja "merusak", maksudnya ialah dengan sengaja mengedit file system, akan tetapi ada keteledoran sehingga mengakibatkan rusaknya file system yang diedit. Banyak contoh, terutama ketika proses tweak, baik untuk kepentingan peningkatan performance, kualitas visual, user interface, atau lainnya. Proses tweak yang dimaksud yaitu yang secara manual, masuk dalam system, kemudian menyisipkan script-script tertentu.
Kesalahan prosedur, misalnya ketika berniat untuk bengganti boot animation melalui recovery mode, ternyata bahan boot animationnya tidak cocok dengan type gadget yang digunakan. Karena kadang, banyak yang memberi nama file yang biasa digunakan sebagai bahan install via recovery mode dengan nama sama. Kebanyakan, diberi nama "update.zip". Padahal, jika dipelajari lebih jauh, tidak selamanya file dengan nama "update.zip" memiliki fungsi yang sama satu dengan lainnya.
Bahan yang tidak sempurna/rusak, kerusakan seperni ini, biasanya terjadi ketika proses download yang tidak sempurna. Secara kasat mata, sulit untuk mengidentifikasi apakah file yang didownload diterima dengan sempurna, atau telah mengalami kerusakan. Akan tetapi, ketika proses download berlangsung, biasanya ada tanda-tanda. Misalnya proses download yang lama (tidak wajar), proses download yang tidak selesai-selesai padahal file yang di download berukuran kecil, atau banyak lainnya yang menunjukkan ketidakwajaran.
Dari beberapa kemungkinan diatas, kesimpulannya yaitu bootloop diakibatkan oleh rusaknya file system, yang akhirnya mengganggu proses booting gadget. Untuk menghindari bootloop, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah lebih hati-hati ketika "ngoprek", lakukan langkah demi langkah sesuai prosedur, serta bijak dalam memilih tutorial. Bagaimana solusi ketika gadget mengalami bootloop? Silahkan pelajari lebih lanjut disini.

Monday, March 25, 2013

ROOT ADALAH

Posted by Agus Barkah Hamdani Posted on 1:31 PM

Sesuai judul postingan diatas, dalam kesempatan ini kami akan membahas sedikit mengenai root. Root merupakan sebuah istilah yang ada dalam dunia android. Dalam dunia windows, root bisa dianalogikan sebagai system administrator. Root memiliki fungsi vital, yang bisa merubah sebuah system android menjadi lebih baik, atau malah sebaliknya. Secara umum, fungsi root adalah untuk mengambil alih hak super user yang tadinya dimiliki oleh system dengan sebuah standart operasional prosedur-nya. Ketika hak akses tersebut dimiliki oleh syatem, maka user memiliki keterbatasan tertentu untuk merubah system. Berbeda halnya ketika hak akses tersebut diambil alih oleh user. User bisa dengan bebas merubah file yang ada dalam system. Tentu, dengan resiko tertentu yang harus di tanggung oleh user.
Apakah root berbahaya? Pada dasarnya, root tidak berbahaya. Akan tetapi, jika setelah mendapatkan akses super user, kemudian user dengan sembarang merubah atau bahkan menghapus file system yang memiliki fungsi vital, bukan tidak mungkin gadget kita akan mengalami kegagalan booting. Bahkan banyak diantaranya yang hingga mengakibatkan brick (kondisi dimana gadget tidak merespon sama sekali). Karenanya, keputusan untuk rooting sebuah gadget, hendaknya disertai dengan pengetahuan yang cukup terntang fungsi dan kegunaannya.
Apakah root membuat garansi hilang? Dari beberapa pengalaman, menurut customer service beberapa vendor gadget ternama, root dapat mengakibatkan hilangnya garansi. Mereka berdalih hilangnya garansi akibat root, itu dikarenakan root bisa mempengaruhi kinerja hardware gadget. Misalnya saja, setelah root, user menambahkan beberapa aplikasi tools dengan makksud untuk memaksimalkan suara. Sehingga sensasi yang dirasakan, suara yang dikeluarkan semakin garang. Ini mengakibatkan speaker harus bekerja ekstra, melebihi fungsi standartnya. Tentu beresiko pada kerusakan fungsi hardware. Dengan alasan inilah, beberapa vendor mengharamkan root.
Apakah root bisa merubah software gadget? Root, sebagaimana yang telah dipaparkan sebelumnya, root hanya membantu dari sisi hak akses saja. Perubahan yang terjadi, itu tergantung aplikasi. Karena untuk merubah fungsi standart gadget, beberapa aplikasi membutuhkan hak akses super user sebagaimana yang dimiliki oleh gadget rooted.
Apa saran agar gadget rooted bisa tetep baik? Bijak dalam menggunakan hak akses, merupakan cara yang terbaik untuk memperpanjang umur gadget. Memang, kadang kita perlu root untuk beberapa aplikasi yang memiliki fungsi penting seperti titatium backup, memory swap, atau lainnya. Selama kita mengetahui fungsi aplikasi tersebut, serta tidak memaksakan fungsi standart dari spesifikasi teknis gadget yang kita root, maka potensi negatif root bisa diminimalisir. Bijak menggunakan aplikasi yang membutuhkan root, merupakan langkah paling baik untuk menjaga umur gadget.

Sponsors : Hangup Circle | Customize Blogger Template | Best Blogger Themes
Copyright © 2013. ekonsul - All Rights Reserved
Template Design by Razor Madush | Published by New Blog Themes
Powered by Blogger
New Blogger Themes New Blogger Themes